Minggu, 15 April 2012

Indonesiaku.....?

Indonesia sebagai bangsa tentu saja bukan hanya miliknya orang-orang Jawa, akan tetapi juga miliknya orang Bugis, orang Batak, orang Minang, orang Toraja, orang Dayak dan berbagai etnis lainnya yang dalam sejarah dikenal sebagai anak-anak bangsa. Keragaman etnis sebagai sebuah realitas diikat dan dipersatukan sebagai Bangsa Indonesia, yang telah mewujudkan sebagai sebuah kekuatan spektakuler di dalam melepaskan dan memerdekakan bangsa dan negara ini dari cengkeraman penjajahan.
Indonesia sebagai bangsa tentu saja juga bukan hanya milik masyarakat Islam (penganuta ajaran Agama Islam), akan tetapi juga miliknya penganut agama Keristen Katolik maupun Keristen Protestan. JUga miliknya penganut ajaran Agama Hindu/Budha, juga termasuk penganut Aliran Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa. Keragaman aliran agama dan kepercayaan (sebagaimana diakui oleh negara), diikat dan dipersatukan sebagai Bangsa Indonesia.
Keragaman etnis dan agama serta kepercayaan sejatinya tidak boleh menjadi alat yang menjastifikasi benturan-benturan serta konflik antar anak-anak bangsa. Sejatinya keragaman tersebut seharusnya menjadi alat pemersatu dan perekat sebagai anak bangsa di dalam mewujudkan kualitas sebagai bangsa Indonesia guna menghadapi kompetisi dengan bangsa-bangsa lain baik dari sisi: pendidikan, ekonomi dan hukum.
Tidak pada tempatnya lagi anak-anak bangsa dan negara ini masih dijejali dengan berbagai konflik antar anak-anak bangsa, apatah lagi jika konflik antar anak-anak bangsa itu di tampilkan oleh tokoh-tokoh bangsa (baik tokoh pemerintahan, tokoh-tokoh politik dan tokoh-tokoh agama). Paling tidak sebagai anak-anak bangsa era kini, jangan hanya memikirkan kondisi sekarang akan tetapi pikirkanlah anak-anak cucu kita yang akan menjadi pelanjut tegak dan berlangsungnya perjalanan bangsa dan negara Republik Indonesia ke depan... #(MKs, 17.10.pm, 15/4/12).