Minggu, 15 April 2012

Kegagalan Sains dan Teknologi

Apa benar kata para kaum terpelajar bahwa sains dan teknologi termasuk filsafat tidak dapat menyelamatkan kehidupan (manusia). Domain sains dan teknologi serta filsafat hanya sebatas dalam kehidupan duniawi itu pun yang terlihat sekarang ternyata tatanan kehidupan duniawi semakin tidak karuan. Semakin maju perkembangan sains dan teknologi justru berbanding terbalik dengan kebiadaban manusia melalui penyalahgunaan produk-produksains dan teknologi. Tipu menipu, kolusi, korupsi, nepotisme, kejahatan sadis bahkan pembunuhan telah terjadi antara bapak dengan anak atau anak dengan orang tua kandungnya.
Kita setuju atau tidak, realitas pada berbagai belahan dunia telah dengan sangat nyata memperlihatkan kegagalan sains dan teknologi dalam mewujudkan kebahagaian dan kedamaian dunia. Fenomena tersebut terutama terlihat pada negara-negara maju yang menjadi pusat peradaban sains dan teknologi. Teknologi komputer dengan internetnya yang seharusnya dimanfaatkan untuk kebahagiaan dan kenyamanan kehidupan justru disalahgunakan untuk merusak tatanan kehidupan dan peradaban manusia yang kemudian menempatkan manusia pada perilaku dan derajatnya yang lebih rendah dari binatang melalui perilaku hidup bebas (free sex).Bagaimana sech kita sejatinya memahami hidup dan kehidupan ini.....?
Kita setuju atau tidak, untuk menyelamatkan kehidupan, maka tidak ada sumber nilai selain nilai-nilai ajaran agama. Hany saja hingga kini nilai-nilai ajaran agama hanya ditempatkan dan difungsikan untuk ibadah-ibadah dan upacara-upacara keagamaan secara terbatas. Quo vadis....? (Mks, 22.00,pm, 15/4/12).