Selasa, 17 April 2012

Korupsi....?

Sejatinya korupsi itu bukan sesuatu yang sulit untuk dihilangkan. Mengapa? Korupsi adalah hasil perbuatan kita manusia. Kita yang menciptakannya, nah... bila kita yang menciptakannya maka tentu saja kita (manusia) juga pasti dapat menghilangkannya. Tidak mungkin dan tidak masuk di akal bila korupsi tidak bisa dihilangkan hingga ke akar-akarnya. 
Bagi saya (penulis), penamaan tindak pidana korupsi sebagai "tindak pidana luar biasa" (extra ordinary crime) juga sesuatu yang berlebihan. Apapun yang terjadi berkaitan dengan kehidupan manusia sejatinya tidak ada yang luar biasa. Demikian halnya dengan tindak pidana korupsi tidak ada yang luar biasa. Sebenarnya yang luar biasa adalah predikat kita sebagai negara koruptor yang hingga kini masih menjadi penghuni rangkin teratas negara-negara korutor di dunia ini.
Kenapa korupsi di negara ini tidak pernah bisa hilang bahkan semakin subur dengan metamorvosisnya, oleh karena kita semua setengah hati di dalam mencegah dan memproses serta menghukum para pelaku korupsi. Sikap setengah hati itu telah mendarah daging di dalam sanubari aparat penegak hukum (Polisi, Jaksa, Hakim dan Penasehat Hukum) serta masyarakat. Untuk itu salah satu resep yang penulis ajukan adalah jangan terlalu berpegang kepada proses-proses formal dunia hukum peradilan. Dengan kata lain mungkin sudah saatnya proses penyelesaian sebuah kasus korupsi dapat menggunakan "pradilan masyarakat", Bila di era tahun 80-an kita bisa membasmi para pelaku kejahatan residivis dengan pendekatan "markus" (penembak misterius) kenapa untuk pelaku korupsi tidak bisa. Koruptor jauh lebih jahat dari penjahat biasa. Koruptor adalah musuh utama seluruh masyaraat bangsa dan nebara ini.....# (Mks, 17.15, pm. 17/4/12).