Jumat, 13 April 2012

Lakekomae Hukum

Aneh bin ajaib itulah kata-kata yang mungkin patut kita simpulkan berkaitan dengan carut marut sistem hukum Indonesia. Carut marut yang tidak hanya terjadi pada sisi regulasinya akan tetapi juga dari sisi aparat penegak hukum serta dari sisi budaya hukumnya. Betapa tidak, seiring dengan semakin kuatnya desakan untuk menegakkan hukum guna menghilangkan Kolusi Korupsi dan Nepotisme (KKN), maka berbagai tindakan KKN justru semakin marak melanda bangsa dan negara ini. KKN yang justru dilakukan oleh orang-orang yang diharapkan menjadi garda depan penuntasan KKN. Benar-benar aneh bin ajaib oleh karena hal-hal seperti itu sudah berlangsung berpuluh puuh tahun sejak zaman Orde Lama lalu masuk ke zaman Orde Baru hingga di era Reformasi.
Masalahnya berbagai upaya yang selama ini dilakukan dalam merestorasi carut marut sistem hukum bangsa dan negara ini, dilakukan secara tambal sulam tidak sinegis dan tidak massif. SEhingga mungkin tidak salah bila diindikasikan memang ada sebagian kelompok masyarakat yang senang mempertahankan carut marut sistem hukum tersebut guna meraih keuntungan. Paling tidak orang-orang tersebut ada di lembaga legislatif (DPR RI hingga DPRD). Lihat lah sekarang ini anggota legislatif silih berganti keluar masuk penjara. Aneh ya koq bisa anggota legislatif silih berganti masuk penjara, itu pun juga yang nasibnya lagi apes yang pinter bersandiwara tidak sempat dipenjara meskipun kesalahannya juga sangat luar biasa.
Kelemahan yang melekat pada peraturan perundang-undangan dimanfaatkan untuk menyalahgunakan hukum. Kelemahan yang ada pada aparat penegak hukum dimanfaatkan oleh pelaku korupsi untuk menyogok aparat penegak hukum agar terbebas dari hukuman. Benar-benar realitas yang aneh bin ajaib Indonesiaku ...?# (Makassar, 8.55,. 14 April 2012)